Pesantren Di Indonesia

Pesantren Di Indonesia РSaat ini untuk membangun Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang memiliki motivasi, karakter, jiwa, komitmen intelektualitas yang tinggi dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat di era Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) tidaklah mudah.  Akan tetapi bisa ditempuh dengan beberapa cara diantaranya adalah pendidikan dan pelatihan di sekolah formal dan non formal termasuk pendidikan yang dilakukan sejumlah Pesantren di Indonesia. Dalam Pendidikan Pesantren, Santri menjadi kunci utama untuk mencapai suksesnya upaya pesantren dalam visi, misi dan tujuan pendidikan yang diselenggarakan. Keberhasilan Pesantren dalam mencetak sosok santri yang handal telah banyak dibuktikan dengan banyaknya pemimpin seperti KH.Idham Cholid, Syaifudin Zuhri, KH.Wahid Hasyim dan masih banyak lagi.

Untuk mencetak santri yang berkompeten tidak terlepas dari Pesantren tempat menempa ilmu. Menurut data dari Badan Litbang dan Diklat Kementreian Agama bahwa Pondok Pesantren di 34 Provinsi di seluruh Indonesia mencapai 3,65 juta dan tersebar di 25.000 pondok pesantren ( data tahun 2011 ). Jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya dan jumlah santri ini merupakan potensi yang luar biasa serta dapat menghasilkan dampak yang besar bagi pembangunan bangsa jika program dan kegiatan para santri belajar dengan sistem yang baik. Pesantren merupakan tempat di mana para santri belajar, sebagian masih menggunakan standard pendidikan tradisional namun banyak yang sudah menerapkan pola pendidikan modern sehingga tidak kalah bersaing dengan pendidikan yang ada di sekolah umum.

Pendidikan di lingkungan pesantren sebagai salah satu tombak untuk terlaksananya sistem pendidikan Islam yang baik dan benar serta pencipta SDM dengan motivasi, jiwa kepimpinan, akhlak serta intelektual yang tinggi. Pendidikan di pesantren secara umum yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki tanggungjawab yang tinggi di hadapan Allah sehingga sebagai khalifah harus memiliki sikap, wawasan, pengalaman iman dan akhlakuh karimah, demokratis, toleran dan menjungjung hak asasi manusia. Di samping itu pula berwawasan global tetapi tidak bertentangan dengan nilai dan norma Islam. Sedangkan sistem pendidikan pesantren secara umum yaitu mewujudkan masyarakat madani, melalui pendidikan yg otonom, luwes namun adaptif dan fleksibel. Proses pendidikan yang dijalankan bersifat terbuka dan berorientasi pada keperluan dan kepentingan bangsa, memiliki komitmen nasional dan bertindak sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-NYA menuju keunggulan insan kamil.

gedung-al-masoemDengan kondisi saat ini seperti berbagai penangkapan yang dilakukan aparat penegak hukum akibat kasus narkoba, korupsi, kolusi, kenakalan remaja dan pemuda serta kejahatan lainnya di Indonesia membuat prihatin dan miris karena seolah sudah tidak ada lagi kejujuran, kepercayaan dan keterbukaan lagi di negeri ini.

Santri dan pesantren modern sangat berpotensi dalam membangun Indonesia. Kelebihan yang dimiliki santri dalam bidang pengetahuan dan kecerdasan di bidang spiritual dan akhlak. Selain itu para santri juga dibekali ilmu pengetahuan dan tekhnologi ( Iptek ) agar dapat menjawab semua masalah yang terjadi di masyrakat seperti  pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, pembangunan karakter yang jujur, berakhlak mulia, motivasi tinggi, tahan malang serta cerdas dan kreatif. Dan bahkan harus mampu untuk berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan strategis seperti pembangunan di bidang ekonomi, lingkungan hidup, keamanan kedaulatan negara dan budaya.

Karena itu pesantren di Indonesia masih perlu untuk diselaraskan baik kulitas maupun jumlah. Program studi yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyrakat perlu diperluas sehingga partisipasi santri dan pesantren dalam pembangunan bangsa semakin nyata.

 

Yayasan Pendidikan Al Ma’soem

Jl.Raya Cipacing No.22

Jatinangor – Sumedang

Telp : ( 022 ) 7798204 – 7798243 – 7792448

email : info[at]masoem.com

website : http://almasoem.sch.id